Jul 20

Cerita Sex Ngentot dengan Istri tetangga Super Hot

Kisah-Ngentot-Ibu-Muda

Cerita Sex Ngentot dengan Istri tetangga Super Hot

Cerita Sex Ngentot dengan tetangga Super Hot Susi yaitu seseorang tetangga ramah, dalam Cerita Sex Ngentot dengan Istri tetangga digambarkan sebagai sosok ibu muda yang baik, sopan serta ramah, namun siapa kira nafsu besar yang dipunyai Susi nyatanya tertutup oleh keramahannya. Sebelumnya setelah cerita  mengenai istriku tukang selingkuh, tersebut mengenai perselingkuhan seseorang ibu muda.

Peristiwa ini berlangsung sekitaran sebulan waktu lalu. Saat itu saya beserta dua orang rekan kantor tengah makan siang di satu restoran di bilangan Kemang. Saat saya akan membayar makanan, saya mengantri di belakang seseorang wanita cantik yang tengah menggendong anak kecil. Lantaran agak lama, saya memberinya teguran. Saat ia menengok ke arah saya, saya begitu kaget, nyatanya ia yaitu Susi.
Nah, Susi ini yaitu istri tetangga saya di komplek tempat tinggal saya. “Eh, Mas Vito. Lagi ngapain Mas..? ” tanyanya. “Anu, saya tengah makan siang. Anda sama siapa Mir..? Andre ndak turut..? ” “Enggak Mas, dia lagi pekerjaan luar kota. Saya lagi beli makanan, sekalian buat kelak malam. Soalnya si Ijah lagi pulang kampung juga. Ya telah, saya keluar saja bareng Vina (anaknya-pen). ” “Kamu bawa mobil..? ” bertanya saya. “Enggak tuh Mas, mobilnya dibawa Mas Andre ke Lampung. ” “Oo, ingin pulang bareng..? Kebetulan saya juga ingin segera pulang, tadi habis pekerjaan lapangan. ” “Ya telah tidak apa-apa. ” Singkat cerita, saya serta ke-2 rekan saya segera pulang ke tempat tinggal semasing. Sesaat saya, Susi serta Vina pulang berbarengan di mobil saya. Sesampainya dirumah Susi yang cuma berjarak 4 tempat tinggal dari saya, Susi mengajak singgah, namun saya katakan ingin pulang dahulu, ubah pakaian serta menyimpan mobil. Lantaran Jenny, istri saya, tengah pergi ke tempat tinggal orangtuanya, saya segera saja pergi ke tempat tinggal Susi dengan menggunakan celana pendek serta kaos. Nyatanya, tempat tinggal Susi teratur cukup apik. Saat saya masuk, si Susi cuma menggunakan piyama mandi. “Saya ubah pakaian dahulu ya Mas, gerah nih, ” tuturnya sembari tersenyum. “Oo.., iya, si Vina mana..? ” bertanya saya sembari kagum lihat kecantikan serta kemulusan body si Susi. “Anu Mas, dia segera tidur cocok hingga dirumah tadi, kasihan dia lelah, saya ke kamar dahulu ya Mas..! ” “Eh, iya, janganlah lama-lama ya, ” kata saya.

Saat Susi masuk kedalam kamar, dia (tak tahu berniat atau tak) tak rapat tutup pintu kamarnya. Terasa ada peluang, saya coba mengintip. Memanglah lagi mujur, nyatanya di lurusan celah pintu itu, ada kaca almari riasnya. Wow, untuk ukuran wanita yang sudah memiliki anak berusia 3 th., si Susi ini masihlah miliki bentuk badan yang bagus serta indah. Dengan ukuran 34B serta selangkangan yang dicukur, dia segera bikin “adik kecil” saya berontak serta bangun. Serta yang memberi kaget saya, sebelumnya menggunakan daster yang cuma selutut, ia cuma menggunakan celana dalam type G-string serta tak kenakan BH. Sebelumnya ia jalan ke luar kamar, saya segera lari ke sofa serta pura-pura membaca koran. “Eh, maaf ya Mas kelamaan. ” kata Susi sembari duduk sesudah kelihatannya berupaya untuk membenarkan letak tali celana dalamnya yang menyempil. “Ndak apa-apa kok, saya juga lagi baca koran. Memangnya Andre berapakah hari pekerjaan luar kota..? ” bertanya saya yang juga ‘sibuk’ membenarkan letak si ‘kecil’ yang salah orbit. Sembari tersenyum penuh makna, Susi menjawab, “3 hari Mas, baru pergi tadi pagi. Ngomong-ngomong saya juga telah 2 hari ini tidak simak Mbak Jenny, kemana ya Mas..? ” “Dia ke tempat tinggal orangtuanya. Satu minggu. Bapaknya sakit. ” jawab saya. “Wah, kesepian dong..? ” bertanya Susi menggoda saya.

Cerita Sex Ngentot dengan Istri tetangga

Cerita Sex Ngentot dengan Istri tetangga

Terasa hal semacam ini mesti saya gunakan, saya jawab saja sekenanya, “Iya nih, mana satu minggu lagi, ndak ada yang nemenin. Anda ingin nemenin saya emangnya..? ” “Wah tawaran yang menarik tuh.., ” jawab Susi sembari tersenyum lagi, “Emangnya Mas ingin saya temanin..? Saya kan ada si Vina, kelak ganggu Mas lagi. Mas Vito kan belum miliki anak, jadinya enjoy. ” “Ndak apa-apa, eh iya, saya ingin bertanya, anda ini usia berapakah sih? Kok keliatannya masihlah muda ya..? ” sembari menggeser posisi duduk saya agar lebih dekat ke Susi. “Saya baru 27 kok Mas, saya married saat 23, cocok baru lulus kuliah. Saya di ajak married Mas Andre itu cocok dia telah bekerja 3 th.. Gitu Mas, memanglah mengapa sih..? ” “Ndak, saya kok penasaran ya. Anda telah miliki anak usia 3 th., namun kok tubuh anda masihlah bagus banget, seperti anak usia 20-an gitu. ” kata saya. “Yah, saya berupaya jagalah tubuh saja Mas. Agar lelaki yang ngeliat saya pada ngiler, ” tuturnya sembari tersenyum. “Wah, anda ini mungkin, namun memanglah iya sih ya, saya kok juga jadi ingin ngiler nih. ” “Nah kan, mulai macem-macem ya, kelak saya jewer lho..! ” “Kalo saya macem-macem beneran, emangnya anda ingin jewer apa saya..? ” bertanya saya sembari selalu lakukan penetrasi dari sayap kanan Susi.

Terasa saya lakukan pendekatan, Susi kok ya tahu. Sembari menghadap ke muka saya, dia katakan, “Wah, jika beneran, saya ingin jewer ‘burungnya’-nya Mas Vito, agar putus sekalian. ” “Memangnya anda berani..? ” bertanya saya, “Dan lagi saya dapat juga mbales, ” “Saya berani lho Mas..! ” sembari beneran memegang ‘burung’ saya yang memanglah telah minta dipegang, “Terus Mas Vito mbalesnya bagaimana..? ” “Nanti saya remes-remes lho toketmu..! ” jawab saya sembari beneran juga lakukan serangan di bagian dada. Lantaran terasa semasing telah memegang ‘barang’, kami tak bicara banyak lagi. Saya segera mengulum bibir Susi yang memanglah lembut sekali serta basah dan penuh gairah. Serta nampaknya, Susi yang telah 1/2 jalan, segera memasukkan tangannya kedalam celana saya, pas memegang ‘burung’ saya yang maha besar itu (kata istri saya sih). “Mas Vito, kon**lnya gede banget. ” kata Susi sembari terengah-engah. “Sudah, nikmati saja. Jika ingin diisep juga bisa..! ” kata saya.

Serta tanpa ada banyak bicara, Susi segera buka 2 pertahanan bawah saya. Dengan seenaknya ia melempar celana pendek serta celana dalam saya, serta segera mengisap batang kemaluan saya. Nyatanya, hisapannya top banget. Tanpa ada tanggung-tanggung, 1/2 penis saya yang 18 cm itu dimasukkan semua. Dalam hati saya memikirkan, “Maruk juga nih wanita..! ” Sesudah nyaris 5 menit, Susi saya suruh berdiri di depan saya sembari saya lucuti bajunya. Tanpa ada di komando, Susi melepas celana dalamnya yang mini itu, serta menjejalkan kemaluannya yang tanpa ada bulu ke mulut saya. Ya telah, namanya juga diberi, segera saja saya ciumi serta saya jilat-jilat. “Mas, geli Mas, ” kata Susi sembari selalu menggoyang-goyangkan pantatnya. “Tadi ngasih, saat ini komentar..! ” kata saya sembari memasukkan dua jari tangan saya kedalam vaginanya yang (ya ampun) peret banget, seperti kemaluan perawan. Masih tetap dalam posisi duduk, saya menuntun pantat serta vagina Susi ke arah batang kemaluan saya yang semakin lama semakin keras. Perlahan, Susi memasukkan kejantanan saya kedalam vaginanya yang mulai agak-agak basah. “Pelan-pelan ya Mir..! Kelak memekmu sobek, ” kata saya sembari tersenyum. Susi jadi menjawab saya dengan serangan yang betul-betul bikin saya kaget. Dengan mendadak dia segera menghimpit batang kejantanan saya serta mulai bergoyang-goyang.

Gerakannya yang halus serta lembut saya imbangi dengan tusukan-tusukan tajam menyakitkan yang cuma bisa dijawab Susi dengan erangan serta desahan. Sesudah posisi duduk, Susi mengajak untuk berposisi Dog Style. Susi segera nungging di lantai diatas karpet. Sembari buka jalan masuk untuk kemaluan saya di vaginanya, Susi berkata, “Mas janganlah di lubang pantat ya, di memek saja..! ” Seperti anak kecil yang penurut, saya segera menghujamkan batang kejantanan saya kedalam liang senggama Susi yang telah mulai agak punya kebiasaan dengan ukuran kemaluan saya. Gerakan pantat Susi yang maju mundur, betul-betul hebat.

Kompetisi antar type kelamin itu, mulai menghebat ketika Susi ‘jebol’ untuk yang pertama kalinya. “Mas, saya basah.., ” tuturnya dengan nyaris tak memperlambat goyangannya. Mendengar hal semacam itu, saya jadi segera masuk ke gigi 4, cepat banget, beberapa hingga dengkul saya merasa ingin copot. Kemaluan Susi yang basah serta lengket itu, bikin si ‘Vladimir’ lebih kencang larinya. “Mir, saya ingin keluar, didalam apa diluar nih buangnya..? ” bertanya saya. Eh Susi jadi menjawab, “Di dalam saja Mas, sepertinya saya juga ingin keluar lagi, barengin ya..? ” Sekitaran 3 menit lalu, saya telah betul-betul ingin keluar, serta kelihatannya Susi juga. Sembari berikan aba-aba, saya katakan, “Mir, telah waktunya nih, keluarin bareng ya, 1 2 3..! ” Saya memuntahkan air mani saya kedalam liang vagina Susi yang ketika berbarengan juga keluarkan cairan kenikmatannya.

Narasi Seks Paling baru
Kemudian saya keluarkan batang kejantanan saya serta menyuruh Susi mengisap serta menjilatinya sekali lagi. Si Susi menurut saja, sembari ngos-ngosan, Susi menjilati penis saya. Saat Susi tengah repot dengan batang kejantanan saya, Vina bangun tidur serta segera hampiri kami sembari ajukan pertanyaan, “Mami lagi ngapain..? Kok Om Vito digigit..? ” Susi yang nampaknya tak kaget, jadi menyuruh Vina mendekat serta berkata, “Vina, Mami tidak gigit Om Vito. Mami lagi makan ‘permen kojek’-nya Om Vito, rasa-rasanya enak banget deh, asin-asin.. ” “Mami, emangnya permennya enak..? Vina bisa tidak turut makan..? ” bertanya Vina. Sembari mengocok-ngocok penis saya, Susi berkata, “Vina tidak bisa, kelak omelan dari sama Om Vito, mendingan Vina duduk di bangku ya, ngeliat Mami sama Om Vito main dokter-dokteran. ” Saya yang dari tadi diam saja, mulai mulai bicara, “Iya, Vina nonton saja ya, namun janganlah bebrapa katakan ke Papi Vina, soalnya kasian Mami kelak. Ini Mami kan lagi sakit, jadinya Om kasih permen selalu disuntik. ” Sembari selalu memegang penis saya yang mulai kembali mengeras, Susi berkata pada Vina, “Nanti kalo’ Vina tidak katakan ke papi, Vina Mami beliin pakaian baru lagi deh, ya? Tuh simak, suntikannya Om Vito mulai keras. Vina diam saja ya, Mami ingin disuntik dahulu nih..! ” Terasa ada tantangan lagi, saya segera mencium Susi dengan lembut di bibirnya yang masihlah beraroma sperma, sembari meremas buah dadanya yang kembali mengeras. Susi segera lakukan gerakan berputar serta segera telentang sembari tertawa serta berteriak tertahan, “Babak ke-2 diawali, teng..! ” Sesaat Vina cuma diam lihat maminya serta saya ‘acak-acak’, meskipun kadang-kadang dia menolong mengelap keringat maminya serta saya.

Tersebut pengalaman saya serta Susi yang masihlah berlanjut untuk hari-hari selanjutnya. Terkadang dirumah saya, serta seringkali juga di tempat tinggalnya. Kami lakukan beragam jenis style, serta di semua ruang serta keadaan. Pernah kami lakukan di kamar mandi, masihlah dengan Vina yang turut nimbrung ‘nonton’ kompetisi saya vs maminya. Serta Vina juga diam serta tak bicara apa-apa saat papinya pulang dari Lampung. Hal semacam itu jadi semakin memudahkan saya serta Susi yang masihlah kerap bersenggama dirumah saya saat saya pulang kantor, serta saat istri saya belum pulang dari tempat tinggal orangtuanya. Serta saya bakal masihlah selalu bakal bercerita pengalaman saya dengan Susi. Serta kelak bakal saya katakan pengalaman saya dengan adik Susi, Rere. – cerita Seks, ceritai Sex, cerita Seks Paling baru, cerita Porno, cerita Seks Dewasa, cerita Panas Indonesia, cerita Hot Paling baru, cerita Dewasa Paling baru, cerita Porno terbaru, Cerita Sex hot.

May 11

Eksekusi Ngentot Memek Cewek Berjilbab

bokep3gp

Eksekusi Ngentot Memek Cewek Berjilbab

cewek jilbab ngentot, ngentot cewek berjilbab, memek cewek berjilbab, eksekusi cewek berjilbab, memek sempit, memek bulu lebat, cewek cantik memek basah, ngentot memek basah, eksekusi memek cewek cantik

Kalangan muda sekarang sudah berani beradegan mesum layaknya suami istri, cewek cantik berumur belasan sedang ngentot dengan pacarnya sambil mendesah juga merintik kenikmatan.Ngentot memek cewek berjilbab terlihat jelas ceweknya yang merintik sampil menjerit hingga mendapatkan orgasme yang klimaks, Eksekusi cewek berjilbab dengan memek sempit yang sudah basah karena bernfsu berat karena memeknya ingin di masukin kontol. Cewek berjilbab cantik mau di ajak ngentot tanpa bayaran alias cewek bispak asal suka sama suka demi mendapatkan kepuasan seks. cewek jilbab ngentot, ngentot cewek berjilbab, memek cewek berjilbab, eksekusi cewek berjilbab, memek sempit, memek bulu lebat, cewek cantik memek basah, ngentot memek basah, eksekusi memek cewek cantik.

jilbab merah mendesar

Desahan nikmat cewek berjilbab saat di memeknya dimasukin kontolngentot cewek jilbab cantik ngentot cewek jilbab

Eksekusi ngentot memek cewek berjilbab

ngentot memek cewek jilbab

ngentot memek cewek bejilbab

Ngentot cewek berjilbab dengan gaya nungging alias doggy style

ngentot cewek jilbab mantab

May 10

Ngentot Cewek Jepang dengan Memek Berbulu Lebat

bokep3gp

Ngentot Cewek Jepang dengan Memek Berbulu Lebat

Gadis abg berasal dari jepang dengan tubuh mulus dan putih khas wanita asia, Ngentot cewek jepang keturunan jerman sangat menggairahkan di hiasi memek basah berbulu lebat terasa nikmat bikin ngaceng. Cewek jepang sedang ngentot bersama pasangan mesumnya langsung di masukin kontol besar memasuki liang vagina, memek basah cewek jepang sangat menggoda iman serasa mau di ajak berhubungan sex.

Ngentot cewek putih mulus yang berasal dari jepang yang masih berusi sangat muda sudah berani beradegan mesum, terlihat jelas memek cewek cantik merah merekah saat di masukin kontol, terdengar desahan lembut sampit merintih kenikmatan. memek cewek jepang, ngentot cewek jepang, memek bulu lebat, ngentot cewek bulu lebat, cewek jepang bulu lebat.

ngentot cewek cantik jepang ngentot cewek jepang memek bulu lebat ngentot cewek jepang mulus ngentot cewek jepang ngentot memek basah cewek cantik jepang ngentot memek cewek cantik jepang

May 06

Cerita Ngentot Cewek Muda Cantik dan Seksi

bokep3gp

Cerita Sex Ngentot Cewek Muda Cantik dan Seksi

Cerita sex ngentot terbaru 2016. Cerita Ngentot, cerita sex, cerita ngentot cewek cantik, cerita mesum, cerita ngentot cewek mulus, cerita sex terbaru, cerita mesum, cerita mesum dengan pegawai, cerita hot mesum tree some, cerita ngentot abg cantik, seks ngentot dewasa abg mulus.

Cerita ngentot ini awal mulanya terjadi pada saat acara tahun baru 2009, aku sedang berlibur di pantai. Aku berlibur bersama Mbak Santi. Kenapa aku panggil mbak.., karena umurnya tidak terpaut jauh, kami hanya berbeda 3 tahun. Mbak Santi adalah seorang eksekutif muda yang bergelut dibidang bursa saham di Jakarta, sementara aku merintis di pekerjaanku yang baru. Mungkin dari tingkat jabatan, aku lebih tinggi, seorang general manager perusahaan swasta, sementara Mbak Santi hanya pialang saja. Akan tetapi jangan tanya soal pendapatan, bawaannya saja mobil Honda Estillo silver metalik, sementara aku jangankan mobil, tempat tinggal saja masih kost.

Perbedaan yang lain adalah, Mbak Santi sebelum kerja memang sudah berasal dari keluarga yang berada walaupun tidak kaya sekali tetapi yang pasti seluruh saudara kandungnya membawa mobil satu-satu dan yang terjelek adalah kijang jantan 1996. Oh ya, Mbak Santi 4 bersaudara, Mbak Santi anak kedua, yang tertua laki-laki sudah berumah tangga dan sedang sekolah S2 di Australia, yang nomor tiga perempuan Ratih namanya, masih kuliah di perguruan swasta di Bandung, sementara yang terakhir juga perempuan Luluk panggilannya, nama persisnya aku tidak tahu dan sudah kuliah pula di perguruan swasta Jakarta.

Cerita sex terbaru Perkenalanku bermula tanpa sengaja ketika ada sebuah acara di hotel Mulia Senayan. Aku menemani bosku dalam sebuah meeting dengan tamu dari Singapura, sementara Mbak Santi juga sedang santai dengan teman prianya di sudut cafe lantai dasar hotel tersebut. Ketika aku sedang mencari kamar kecil kebetulan Mbak Santi juga sedang menuju ke sana. Perkenalan yang basa-basi, dan saling melempar senyum. Akhirnya aku memberanikan diri membuka percakapan.

“Sedang santai sepulang kerja Mbak..”
“Oh.. iya, refreshing lah Mas.. seharian sibuk.”
“Oooh.. di sekitar sini kerjanya?” timpalku sekenanya.
“Betul, cuma ya.. bukan kerja kantoran gitu lho Mas.”
“Swasta maksudnya Mbak?”
“Bukan.. artinya ya.. cari-cari klien yang mau main di efek.”
“Oh ya.. pialang begitu?” Aku langsung tanggap dengan jenis pekerjaannya.
“Mas sendiri.. maaf dari Jawa ya.. kok logatnya bukan Betawi? Aduh sorry kok jadi menuduh gini?”
“Tepat.. wah hebat nih Mbak..”
“Santi..” balasnya langsung memperkenalkan diri dan meneruskan masuk ke kamar kecil.
“Oh ya saya Sakti, memang baru di Jakarta, namanya tuntutan hidup Mbak..”

Foto-Hot-Pamer memek basah

Sekeluarnya aku dari kamar kecil dan tidak lama kemudian diikuti Mbak Santi dari kamar kecil sebelahnya. Sopan sekali. Tidak kebanyakan warga ibu kota yang acuh tak acuh, dengan tidak bermaksud basa-basi, Mbak Santi benar-benar menawarkan untuk bergabung dalam acara santainya bersama teman prianya. Cerita ngentot 

“Maaf Mbak.. mungkin lain waktu, karena saya bersama tamu di sini dari Singapura..” maksud hati tidak untuk menolak, tetapi mau diapakan tamuku?
“OK, ini nomor HP saya, tolong Mas kalau punya kenalan yang ingin main efek, nanti biar aku yang prospek, Mas Sakti cukup kenalkan saja siapa temannya, aku yang akan menghubungi beliau.”

Cekatan sekali, begitulah pialang mencari klien, batinku.. dan tangannya halus sekali.. dan bau parfumnya khas sekali. Matanya bulat utuh, wajahnya manis walaupun tidak bisa dikatakan cantik sekali, rata-rata atas. Bibirnya.. penuh. Hidungnya.. simetris dengan mata dan bibirnya. Wow.. bakat alamku mulai timbul, mungkin karena dua bulan aku “puasa” dari kebiasaanku melayani tante, mbak, ibu, dsb, yang selama ini menginginkan petualanganku.

Empat hari berselang dari pertemuan itu, aku bertemu dengan kawan lamaku semasa SMA dulu yang kini sudah sukses, ayahnya memiliki kapal tanker, dan anaknya bergelut di bidang perusahaan IT. Aku jadi ingat Mbak Santi untuk menawarkan bisnis yang digelutinya. Singkat cerita temanku tertarik dan Mbak Santi kuhubungi. Heran! Aku pikir dia lupa denganku, ternyata seperti sudah menjadi kawan lama sekali dengan lancar dia menyapaku di HP, akrab sekali. Akhirnya niat itu kusampaikan dan Mbak Santi berjanji untuk melanjutkannya. Cerita seks mesum

Dua minggu tanpa kabar berita, Mbak Santi menghubungiku di HP, saat itu aku di Jawa Timur dalam rangka tugas kantor. Dari nadanya tampak ada kabar gembira. “Mas di mana nih.. hey.. aku mau traktir nih, temenmu itu gila ya!” teriaknya di HP.

“Sabar Mbak.. ada apa sih.. aku di Jawa Timur nih!” balasku.
“Ups.. sorry, aku pikir di Jakarta.. kapan balik?”
“Dua hari lagi.”
“OK, aku call dua hari lagi.”

Selasa, hari itu Mbak Santi menepati janjinya menelponku, “Mas nanti kita makan malam yuk di Tony Romas Rib’s and Steak.. aku dapet rejeki gede nih.. siapa lagi kalau bukan buying dari Mas Anton.”
Anton adalah teman yang kutawarkan tersebut.
“Ya.. temen Mas itu gila.. beli saham PT Xxx, Tbk sampai 1000 slot, dan dapat margin hampir 200 juta, gila ya.. yang untung aku, kebagian 2,5%, dan aku mau traktir Mas Sakti nih.”

Jam 7:30 malam aku ketemu Mbak Santi di Tony Romas yang sudah menunggu 15 menit lebih awal. Kita langsung memesan makanan termahal di sana. Maklum aku tidak pernah mengunjungi restorant macam itu, jadi aku ngikut aja. Sambil makan kita ngobrol dan semakin akrab saja. Makan berakhir pukul 9 kurang 10 menit. Dan aku diajak putar-putar (maklum tidak bawa kendaraan). Diajaknya aku ke cafe Semanggi, jam 11 malam aku diajak ke “Bengkel” dekat dari Semanggi.

“Mas udah punya pacar belum?”
“Punya..” jawabku sekenanya.
“Wah nanti nggak dicariin pacarnya kan?” goda Mbak Santi.
“Ya dicariin sih, tapi aku sudah bilang ada janji ketemu kamu.”
“Lho kok nggak cemburu sih..” Mbak Santi makin memanjakan suaranya, sepertinya pengaruh alkohol dan musik mulai merasuki Mbak Santi.
“Kenapa mesti cemburu, dia sudah tahu aku luar dalam kok.”
“Maksudnya?”
“Maksudnya kami sudah biasa begini”
“Wah gawat tuh pacarannya..” Mbak Santi coba menyindirku.
“Emangnya Mbak Santi sendiri gimana?” aku coba mengimbangi pembicaraan seiring musik yang semakin memekakkan telinga.
“Ha.. ha.. ha.. sama dong.. gue sih easy going aja Mas.”
“Udah nggak virgin dong?” komentarku tanpa basa-basi.
“Lha emang masih perlu.. aku sejak SMA udah nggak lagi.. Mas ini bisa aja, abis enak sih..”
Sepertinya sudah tidak ada batas lagi pembicaraan kami, dan langsung saja kebiasaan burukku muncul, “Lalu kalau sama aku gimana.. mau coba nggak?”
“Kenapa nggak? emang Mas berani?”
“Sebutkan saja kapan? I’ll be there..”

cerita ngentot memek basah

Cerita Ngentot dengan Cewek Muda Cantik

Akhirnya malam itu kami selesaikan dengan petting di mobil Mbak Santi. Mbak Santi yang memulai lebih dulu dengan mengelus-elus bagian depan celanaku tepat di reitsletingku. Dan kami berciuman tipis sambil memainkan lidah masing-masing. Burungku mulai bereaksi, dan Mbak Santi mengerti perubahan yang terjadi di “bagian” itu. Caranya membuka reitsletingku seperti tanpa hambatan sama sekali.. mahir dan perlahan. Kini celana dalam “Crocodille” ku sudah tampak dan menonjol.Belum kusentuh payudaranya yang padat dengan ukuran bra 34 Cup B, tanganku dituntunnya untuk meraba dan mengelus payudaranya. Aku mencoba untuk menyelipkan beberapa jariku masuk melalui bagian belakang. Aku tidak menemukan kancing pengaitnya! Mbak Santi mengerti, dan dengan tangan kirinya, dia melepas kaitan BH-nya yang ternyata disebelah depan, maka tumpahlah payudara yang putih mulus itu. Padat dan berisi, kencang dan putingnya keras tanda Mbak Santi sudah terangsang dengan “French kiss” ku yang aku dapat dari Mbak Vian. (Baca kisah gelora di kolam renang).

Cukup lima menit kami ber-”French kiss”, kemudian dilanjutkan dengan memainkan ujung putingnya dengan ujung lidahku, sementara Mbak Santi menengadahkan kepala tanda beraksi. Aku jilat perlahan, sambil sesekali tanganku yang satunya meremas sebelah payudaranya. Semakin lama semakin kencang dan erangan Mbak Santi mulai terdengar. Sementara itu, sedari dari kedua tangannya sudah meremas-remas batang kemaluanku yang kaku dan mengeras. Genggamannya tidak cukup untuk meremas kemaluanku. Tidak besar, hanya saja tangannya yang mungil tidak cukup penuh menggenggam batang kemaluanku. Jari tengah Mbak Santi digerak-gerakkan kecil mempermainkan kepala kemaluanku yang sudah penuh mengembang. Ada perasaan geli dan bernafsu di bagian tersebut. Dari cara mempermainkannya, aku dapat membayangkan kemahirannya dalam bercinta.

Kini kedua payudaranya sudah lembab oleh kuluman dan hisapan bibirku yang penuh nafsu, dan Mbak Santi segera membungkukkan badannya dan burungku dijilatnya seperti menjilat ice crem. Ya.. tidak dihisap tetapi dijilat. Wow.. nikmat sekali. Jemarinya mempermainkan pangkal batang kemaluanku sambil mengurai-urai rambut kemaluanku yang lebat. Desir AC mobil tidak membantuku menghentikan keringat yang mengucur menahan gejolak birahi.

Lima menit Mbak Santi mempermainkan seluruh permukaan kemaluanku dari telur kemaluan, pangkal kemaluan, batang kemaluan hingga kepala kemaluanku dengan lidahnya yang hangat. Basah sudah seluruh kemaluanku, tiba-tiba mulut Mbak Santi membuka dan dihisapnya secara perlahan kemaluanku dimulai dari kepala, “Oogghh my God!”

Perlahan semakin dalam hingga berhenti di tengah-tengah batang kemaluanku. Dan.. di bagian itu, burungku kembali dipermainkan, bahkan terasa lidahnya kembali melumat sisa kemaluanku yang masuk ke dalam mulutnya, sementara bibirnya tetap berhenti di tengah batang kemaluanku. “Oouuttchh..” luar biasa, sampai di sini, aku berkeyakinan kalau air maniku siap tersembur, tetapi sepertinya Mbak Santi memang ahli dibidang ini, tiba-tiba ia berhenti sejenak sambil tetap diam menghisap, sehingga seolah-olah burungku tertekan oleh sebuah lubang tepat diakhir kepala kemaluanku, dan rupanya ini sangat membantu menghentikan keluarnya air maniku.

Baru sesaat kemudian, dengan cepat seluruh batang kemaluanku habis terbenam di mulutnya, dan aku melihak ekspresi wajahnya, seluruh mulutnya penuh dengan kemaluanku. Barulah seperti biasa yang kualami dalam oral sex, mulut Mbak Santi maju mundur menghisap, menjilat, mengulum sekenanya dan sebisanya, sensasi yang luar biasa karena tertahannya air maniku membuat aku cukup lama bisa bertahan di permainan ini. Wow.. thank’s Mbak Santi.

Sekitar lima menit aku membisikkan ke telinga Mbak Santi kalau aku sudah nggak kuat dan siap memuntahkan cairan kenikmatan. Mbak Santi hanya mengedipkan mata dengan tidak berhenti mengulum batang kemaluanku yang penuh di mulutnya.

Tiba-tiba, air mani itu keluar tepat di ujung tenggorokan Mbak Santi, entah bagaimana caranya Mbak Santi bisa memperkirakan dengan tepat kapan maniku keluar, sehingga, sekilas aku melihat ekspresi Mbak Santi memejamkan mata dan tidak kulihat air maniku tercecer keluar dari mulutnya.

Beberapa detik berlalu, Mbak Santi melonggarkan kulumannya sambil lidahnya menelusuri seluruh permukaan batang kemaluanku untuk membersihkan sisa lendir mani yang masih ada, dan kepala kemaluanku dihisapnya kencang agar tak tersisa lagi cairan yang menetes. Luar Biasa.. That’s what a wonderfull experience.

Keheningan melanda kami berdua, kemudian aku membuka pembicaraan “Maaf Mbak aku belum sempat mencicipi itu..” sambil menunjuk lubang kenikmatan Mbak Santi yang memang tidak tersentuh sama sekali.
“Memang sengaja belum aku tunjukkan karena memang aku sisakan untuk pertemuan berikutnya Mas..” suara Mbak Santi manja.

Sejak saat itu, secara rutin dua minggu sekali kami berkencan, dimana saja, villa, hotel, mobil, kamar di rumahnya. Tapi satu yang belum kurasakan adalah lubang kenikmatan Mbak Santi! Just she played me with her oral! Hingga akhirnya Mbak Santi menawarkan acara tahun baru di pulau Lombok.
“Sakti.. mau merasakan yang satu.. itu kan?” tawarnya menggoda.

Akhirnya kami bertiga, aku, Mbak Santi dan adiknya yang terakhir Luluk berlibur ke Lombok. Di sana kami menyewa sebuah bungalow di pinggir pantai yang masih perawan, bahkan tempat kami menginap sengaja dibikin tidak ada sarana listrik dan komunikasi. Memang setting daerah wisata ini menonjolkan keasrian lingkungannya.

Tepat malam tahun baru, setelah kami puas bermain di pantai yang juga masih perawan, di sana kami menjumpai banyak cewek bugil dan tidak seperti di Bali, di sini pemandangan lebih erotis dan alami! Segera kami menuju kamar masing-masing. Luluk rupanya sudah mengerti apa yang terjadi diantara kami berdua. Sehingga dia asyik dengan dunianya sendiri.

Segera kami melucuti pakaian kami satu persatu, terkesan tidak romantis dan tergesa-gesa tetapi buat apa romantis segala, toh kami bukan sepasang kekasih, kami hanyalah ingin saling memuaskan nafsu diantara kita berdua yang sudah lama terpendam, permainan seks liar dapat di lampiaskan dengan bebbas seperti dalam film porno.

Baru saat itu dikeremangan lampu minyak, aku melihat tubuh yang sensual tanpa sehelai benang pun. Ternyata apa yang kubayangkan selama ini, jauh dari kenyataan. Mbak Santi adalah wanita terseksi yang pernah bercinta denganku selama ini, tidak juga Anggi, tidak juga Mbak Vian, dll.

Kami langsung bergumul, bercumbu dan saling meremas. Tubuhnya hangat dan lembut, vaginanya harum sekali, tidak seperti kebanyakan wanita yang bercinta denganku, Mbak Santi lebih suka memulai lebih dulu untuk memacu nafsuku, barulah aku mengimbanginya.

Kini tiba saatku untuk menyentuh, mencium, melumat dan menjilat vaginanya yang selama ini tidak dapat aku jangkau! Bukan main, terawat sekali! Rambut vaginanya halus dan lembut, bibir vaginanya rapat dan simetris. Aku sempat tidak percaya bagaimana wanita yang suka dengan sex tetapi vaginanya tertutup rapat!

Aku mencoba memainkan ujung lidahku untuk memulai membuka bibir vaginanya atau memek yang sudah basah alias kegilian. Dan baru kali ini aku mendengar erangan Mbak Santi lain dari biasanya kami bermain. Sementara seluruh kemaluanku sudah basah oleh permainan mulutnya. Kejadian foreplay ini berlangsung kurang lebih setengah jam. Secara perlahan mulai kurasakan vagina Mbak Santi yang harum mengeluarkan cairan dan membasahi dinding bagian dalam vaginanya yang seksi dan menggoda. Aku semakin intents dan lebih menekan lidahku untuk mencari titik-titik rangsangan yang ada di dinding vagina Mbak Santi. Cairan itu mulai rata membasahi hingga bibir luar vaginanya. Kini Mbak Santi sudah sepenuhnya dalam rangsangan seksual yang memuncak.

Lima menit kupermainkan vaginanya yang seksi, dari bibir luar, bibir dalam, klitoris hingga dinding dalam vaginanya. Dan Mbak Santi sudah terengah-engah untuk segara mengakhiri permainan ini serasa ingin langsung di masukin kontol besar saya yang sudah tegang.

Perlahan kemaluanku digenggamnya dan diarahkan ke bibir vaginanya, kontol masuk langsung dalam lubang memeknya yang sudah basah karena horny berat hingga menyentuh klitorisnya dan terlihat mbak sari sangat menikmatinya. Mbak Santi tidak ingin terburu-buru, dan mencoba untuk sekedar menggesek-gesekan klitorisnya dengan ujung kepala kemaluanku. Perlahan dan semakin cepat gesekan itu membuat burungku merasakan cairan yang licin merambat di batang kemaluan bagian bawah hingga menyentuh telur kemaluanku. Rupanya rangsangan seksual yang dicari Mbak Santi sudah mulai menjalar dan tidak dapat ditahan lagi. Dari tatapan matanya, rupanya Mbak Santi memberikan ijin untuk memasuki daerah terlarang yang sudah basah oleh cairan vagina tersebut.

Perlahan mulai kuhujamkan kepala burungku yang memang berukuran besar (itu pengakuan dari semua wanita yang bercinta denganku), seperti dugaanku, rupanya agak sulit juga memasuki daerah tersebut, rapatnya bibir vagina Mbak Santi membuktikan bahwa ia rajin merawat vaginanya.

Akhirnya dengan kesabaran dan cairan vagina yang licin membantu kemaluanku perlahan menembus vaginanya, dan terasa dinding vaginanya bergetar dan mengembang, sepertinya menyesuaikan dengan ukuran kemaluanku yang berdiameter cukup besar walaupun tidak panjang. Setelah diam sesaat, barulah terasa ada gerakan pinggul dari Mbak Santi tanda mulai merespon ada benda aneh di dalam vaginanya, burungku tentu saja.

Akhirnya kami berdua seperti bergulat, dimulai dari gerakan kecil dimana aku mengayunkan pantatku naik turun, sementara Mbak Santi memainkan pinggulnya sambil meregang dan merapatkan kedua kakinya seolah ingin mencari posisi terbaik untuk burungku bersangkar di dalamnya. Dan terus berlanjut semakin cepat aku menggesekkan batang kemaluanku didinding vaginanya yang sudah licin. Gesekan ini membuat rangsangan semakin hebat dan desahan Mbak Santi sudah tidak dapat ditahan lagi, desahan dan erangan ini membikin aku jadi semakin bernafsu.

Cerita Ngentot Cewek Muda Cantik dan Seksi

cerita ngentot

Kami bertukar posisi, dengan Mbak Santi berada di atasku tetapi menghadap membelakangi tubuhku. Dengan gaya berjongkok, dipegangnya kemaluanku dan ditujukan di lubang vaginanya yang sesekali tampak berkilat akibat sinar lilin yang ada di ruangan kami. Permainan kedua ini lebih lancar dibanding yang pertama, karena ukuran vaginanya sudah menyesuaikan dengan ukuran kemaluanku tapi dengan posisi ini Mbak Santi dapat dengan leluasa mengatur seberapa dalam burungku masuk ke vaginanya.. sesekali penuh, sesekali hanya sebagian saja, dan yang paling tahu seberapa dalam burungku masuk hanya Mbak Santi yang tahu.

Ketika suara erangan semakin tidak beraturan, kembali Mbak Santi mengubah posisi, kali ini kami rebahan menyamping, dan aku ada di belakang Mbak Santi, burungku masih tetap di dalam, dan kini aku yang lebih aktif menggerakkan pantatku memasuk dan keluarkan kemaluanku menggesek-gesek dinding vaginanya yang masih basah. Sejak menembus vaginanya hingga permainan ini, kira-kira sudah berlangsung 30 menit dan belum ada tanda-tanda Mbak Santi orgasme, sementara aku sudah tidak kuat lagi.

Akhirnya, kuberanikan diri untuk mempercepat gesekanku dengan posisi doggy style, barulah Mbak Santi mengerang sekncang-kencangnya. Aku yakin Luluk mendengar desahan kami berdua. Tetapi aku juga nggak mau kalah, gesekan kemaluanku semakin keras dengan menusuk vaginanya, tetapi gerakan dengan perlahan, karena aku melihat Mbak Santi sudah tidak teratur gerakannya, tanda mencapai orgasme, dan aku juga tidak perlu mempercepat gesekan karena akan semakin mengganggu puncak orgasme kita berdua. Dengan tusukan yang keras tetapi gerakan perlahan akan semakin terasa penuh di dinding vaginanya sementara dipihakku sendiri, akan semakin terasa jepitan dinding vaginanya akan menyempit dan meremas burungku, sehingga proses orgasme kami terasa full dengan ekspresi kami berdua.

Kami berdua terbaring dan melewatkan malam tahun baru dengan bercinta terlama yang pernah kualami, bayangkan kami bercinta selama setahun, dari jam 10:15 malam tanggal 31 Desember 1999 hingga 1:30 pagi tanggal 1 Januari 2000, itu berarti permainan kami selama setahun?

Paginya kami main di pantai dan Luluk membisikkan sesuatu di telingaku, “Hayoo.. Mas Sakti semalam ngapain aja kok lama banget, orang begituan kan nggak selama itu.. aku denger lho apa aja yang terjadi.! Boleh nggak Luluk coba?” bisiknya nakal penuh arti.

Older posts «